Sabtu, 04 Juni 2016

Cara Menyetel Gitar dengan Mudah

Hallo sobat berbagi pengetahuan sekilas tentang gitar ,gitar merupakan alat musik yang paling populer .harga gitar juga tergolong murah dan mampu dijangkau oleh berbagai kalangan masyarakat. sehingga banyak orang yang mampu memilikinya di rumah,cara memainkannya pun tidak terlalu sulit dibanding alat musik lainnya. inilah salah satu yang membuat gitar begitu populer dan banyak di gemari oleh masyarakat.

oke .. tapi bukan itu topik yang akan kita bahas :) topik  yang kita bahas adalah bagaimana caranya menyetel gitar dengan benar dan mudah . memang menyetelkan gitar lebih mudah dengan tuner gitar namun dimana kita membelinya dan berapa harganya selain itu sangatlah ribet jika kita sedang di luar rumah mendadak gitar kita fals. disini saya akan memberikan langkah- langkahnya menyetelkan gitar dengan jelas dan lengkap  tidak seperti kebanyakan artikel²  lainnya yang hanya memberikan cara - cara yang instan untuk menyetelkan gitar, mungkin benar dan  bisa untuknya namun bagaimana untuk pemula  ? mungkin tidak jauh berbeda dengan cara menyetel gitar lainnya namun disini saya akan kupas tuntas  secara mendetail, oke langsung saja kita simak tutorialnya di bawah ini !

pertama yang harus kita ketahui yaitu  fret gitar ,suara nada senar yang sama  dan senar gitar 

fret gitar merupakan  pembatas yg memisahkan antar bar atau antar nada di tiap senar namun kebanyakan orang fret gitar itu bisa di sebut juga kolom gitar.  
suara nada snar yang sama ,untuk mengetahui nada senar yang sama yaitu suara di kedua senarnya terdengar halus dan nyaring.
senar gitar
pasti di antara sobat  sering mengalami masalah tentang kendor atau kencangnya senar gitar yang akan anda setelkan dengan senar lainnya  meski untuk senar no1  itu tergantung selera sobat ,tapi masalahnya untuk senar no2 sampai senar no 6 . kadang kalanya kita suka bertanya-tanya apakah senar yang  akan kita  samakan itu terlalu kencang atau kendor ?
caranya cukup mudah yaitu :
kita ambil contoh senar 2 ingin  di samakan dengan senar 1 maka langkah pertama adalah mencari nada yang sama di kedua senarnya , caranya dengan petik senar 2 sambil di tekan dan 1 tidak di tekan(loss string) cari di tiap fret (kolom) nya(pasti ada nada yang sama). jika suara nada yang samanya di atas fret 5 yaitu fret 6 , 7 ,8 dst....  maka dapat di pastikan senar no 2 nya kurang kencang maka kencangkanlah senarnya sampai  nadanya sama di frett 5 dan jika suara nada yang samanya di bawah fret 5 yaitu fret 4 sampai fret 1 maka di pastikan senar no2 nya terlalu kencang maka harus di kendorkan sampai nadanya sama di fret 5, khusus senar no3 tumpuanya di freet 4 bukan fret 5. 

 gambar fret (kolom) gitar !

rumus kendor - kencang yeyev94   :D
Di bawah 5 = terlalu kencang = di kendorkan
Di atas 5     = terlalu kendor   = di kencangkan
*khusus senar no 3
Di bawah 4 = terlalu kencang = di kendorkan
Di atas 4     = terlalu kendor   = di kencangkan


oke kalo sudah mengerti langsung saja lanjut ke langkah² menyetelkan gitarnya :)


langkah-langkah menyetelkan gitar ke 1
  1. Putar tuas senar gitar  nomer 1(paling bawah) tentukanlah kekencangan senar tersebut sesuai yang  anda  inginkan  karna senar no 1 akan menjadikan tinggi rendahnya  setelan gitar anda. 
  2. Petiklah senar gitar nomor 2  yang ditekan pada kolom nomor 5  samakan dengan bunyi senar gitar    nomor1(paling bawah) tanpa tekanan, bunyi keduanya harus sama. 
  3. .Petik senar nomor 3 tekan pada kolom nomor 4. samakan dengan bunyi senar nomor 2 tanpa ditekan.
  4. Petik senar nomor 4 tekan pada kolom nomor 5, samakan dengan bunyi senar nomor 3 tanpa ditekan. 
  5. Petik senar nomor 5 tekan pada kolom nomor 5,samakan dengan bunyi senar nomor 4 tanpa ditekan. 
  6. Petik senar nomor 6 tekan pada kolom nomor 5, samakan dengan bunyi senar nomor 5 tanpa ditekan.
 biar lebih jelas silahkan lihat gambar di bawah ini !


jika cara yang pertama sudah selesai  anda bisa lanjutkan ke cara yang ke dua dengan tujuan untuk memaksimalkan stelan gitarnya, karena biasanya masih ada snar gitar yang masih sedikit fals tapi syukur² kalo setelannya langsung pas :)

langkah-langkah menyetel gitar  ke-2
  1. petik senar no 1 (paling bawah) tanpa di tekan, lalu petik lagi senar no 1 sambil di tekan di fret 3 selanjutnya petik senar no 3 tanpa di tekan.
  2. petik senar no 2 tanpa di tekan ,lalu petik lagi senar no 2 sambil di tekan di fret 3 selanjutnya petik senar no 4 tanpa di tekan.
  3. petik senar no 3 tanpa di tekan ,lalu petik lagi senar no 3 sambil di tekan di fret 2 selanjutnya petik senar no 5 tanpa di tekan .
  4. petik senar no 4 tanpa di tekan , lalu petik lagi senar no 4 sambil di tekan di fret 2 selanjutnya petik senar no 6 tanpa di tekan .
biar lebih jelas silahkan lihat gambar di bawah ini !


petikan senar tiap langkahnya  harus cepat agar suaranya bisa  terdengar lebih jelas atau bisa juga di petik secara bersamaan dan perlu anda ketahui juga jika stelan ke 1 nadanya sudah pas namun lanjut ke setelan ke 2 nadanya ada yang tidak pas itu tandanya gitarnya masih fals begitu juga sebaliknya , jadi intinya silahkan kamu bolak-balik antara cara 1 dan 2 sampai nada di ke dua cara tersebut  sama nadanya.


Selamat mencoba.............. ☺☺☺☺☺☺☺


mungkin itulah cara menyetelkan gitar yang saya ketahui dan saya praktekan sampai saat ini ,kurang dan lebihnya saya ucapkan terimakasih :)

Rabu, 20 Januari 2016

Peranan Teknologi Informasi di Perguruan Tinggi

     Dengan perkembangan teknologi informasi secepat yang terjadi dewasa ini, hampir tidak ada bidang yang tidak dirambahnya, tidak terkecuali di dunia pendidikan tinggi. TI tidak hanya berguna untuk hal-hal yang memang secara langsung mengeksploitasi potensi teknologi, tapi juga mendorong munculnya cara-cara baru dalam melakukan pekerjaan/kegiatan. Adalah tugas perguruan tinggi untuk memanfaatkan perkembangan TI sebaik-baiknya untuk kepentingan penyelenggaraan layanan pendidikan tinggi yang berkualitas dan terjangkau oleh pihakpihak yang memerlukannya.




Setidaknya ada tiga peran yang dapat dimainkan oleh TI:
• Sebagai integrator program dan kegiatan perguruan tinggi, dalam rangka meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan produktivitas. Peran sebagai integrator sangat penting karena perencanaan program/kegiatan perguruan tinggi sering tidak dilakukan secara terpadu. Banyak kegiatan yang tumpang tindih, dan banyak sumber daya yang tidak teralokasikan secara efisien. Contoh yang mudah dijumpai: penjadwalan kegiatan perkuliahan ditangani sepenuhnya di tingkat program studi, termasuk pengalokasian ruang kuliahnya. Jika dipandang dari aras perguruan tinggi, jadwal kuliah dan alokasi ruang di masing-masing program studi membentuk mosaik-mosaik yang sama sekali tidak indah, karena penugasan dosen menjadi tidak merata (terutama untuk mata kuliah dasar umum yang harus diikuti oleh semua mahasiswa), lebih-lebih untuk utilisasi ruang kelas. Ada program studi yang kesulitan mencari ruang kelas, dan sebaliknya, ada yang tingkat utilisasi ruang kelasnya rendah.
Bagaimana peran TI ? TI dapat membantu memudahkan perencanaan yang lebih terpadu. Penjadwalan dan alokasi ruang dapat dibantu aplikasi komputer yang melakukan perhitunganperhitungan optimalisasi dengan cepat. Tetapi tentu saja TI tetaplah sebagai alat (tool). TI tidak bisa bergerak tanpa didukung oleh kebijakan yang kondusif. Dalam contoh sebelumnya, perlu ada kebijakan sentralisasi penjadwalan ruang di tingkat universitas, sehingga efisiensi bisa diterapkan secara menyeluruh.
Masih banyak contoh lain yang dapat disampaikan di bidang pengelolaan kegiatan akademik, keuangan, ataupun SDM. Dalam peran sebagai integrator, baik bentuk peran TI maupun kebijakan pendukungnya perlu dijelaskan secara eksplisit dalam rencana strategis TI.
• TI sebagai enabler bagi perbaikan/penyempurnaan prosesproses akademik dan administratif serta munculnya layananlayanan baru yang inovatif. Seperti halnya teknologi lainnya, tujuan dasar pemanfaatan TI adalah perbaikan dan penyempurnaan dari apa yang ada saat ini. Manifestasinya bisa berupa tingkat kemudahan, kecepatan, produktivitas, akurasi, efisiensi, dan transparansi yang lebih tinggi. Apa yang dulu tidak bisa dikerjakan, sekarang hal ini menjadi mungkin karena bantuan TI.
Mengingat peran enabler tersebut, perencanaan TI haruslah berorientasi pada pemanfaatan potensi TI untuk perbaikan dan penyempurnaan. Pembatasan pemanfaatan TI, misalnya hanya untuk menggantikan peran manusia (otomatisasi), bisa dianggap sebagai pemborosan karena menyia-nyiakan potensi yang tidak termanfaatkan. Dengan demikian, seorang perencana TI perlu memiliki visi yang jauh ke depan dan mampu mengidentifikasi peluang-peluang yang inovatif.
Proses enabling yang melibatkan TI hampir selalu diikuti dengan kebutuhan akan penyelarasan proses-proses bisnis. Penyediaan layanan KRS on-line misalnya, harus disertai dengan perubahan proses/tahapan KRS. Kewajiban menghadap dosen pembimbing akademik untuk meminta tandatangan otorisasi beban SKS yang akan diambil dapat dihilangkan, karena tugas ini diambil alih oleh komputer. Perubahan proses bisnis memang bukan domain TI, tetapi tanpa melakukan hal ini, implementasi sistem dan teknologi informasi tidak akan banyak bermanfaat. Perencanaan TI harus memperhatikan konsekuensi-konsekuensi semacam ini. Rencana strategis TI perlu memuat pula strategi menghadapi konsekuensi ikutan dari setiap program implementasi TI yang akan dijalankan.
• TI untuk memperluas akses bagi seluruh warga kampus. Ini adalah misi untuk mewujudkan persamaan kesempatan (equal opportunities) atau “TI untuk semua“. Salah satu kelebihan TI adalah daya penetrasinya yang sangat tinggi. TI dapat menjangkau pihak-pihak bahkan yang paling jauh dan terpencil sekalipun. Kemampuan inilah yang dimanfaatkan untuk memperluas akses komunikasi dan menyebarkan informasi ke pihak-pihak yang sebelumnya tidak bisa menikmatinya. Di lingkungan kampuspun hal ini berlaku. Jika sebelumnya tidak semua warga kampus bisa mengakses informasi dari Internet atau berkomunikasi secara elektronis, TI bisa menghapus semua kendala tersebut.
Untuk keperluan yang lebih spesifik, perluasan akses informasi dapat dimanfaatkan pula untuk mendukung kegiatan pembelajaran yang lebih merata, efektif, dan berkualitas. Pembelajaran pada hakekatnya adalah proses akuisisi pengetahuan, dan hal ini dicapai melalui komunikasi informasi. Mahasiswa mengakses materi kuliah elektronis dari server universitas, dosen mencari informasi di Internet untuk bahan kuliahnya, atau mahasiswa berdiskusi dengan sesamanya lewat forum-forum on-line, semua itu adalah manifestasi komunikasi informasi yang bisa difasilitasi oleh TI.
Sebenarnya ada satu lagi peran keempat, yaitu TI sebagai transformer, mengubah tatanan, budaya, mekanisme, dan nilai-nilai dalam pengelolaan perguruan tinggi. Transformasi akan muncul karena dua hal: penetrasi TI yang konsisten dan dukungan lingkungan yang kondusif. Jika kedua hal ini berlangsung terus menerus, akan terjadi proses akulturasi yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya transformasi budaya dalam pemanfaatan TI dan nilai-nilai yang menyertainya. Sebagai contoh, penggunaan email secara ekstensif dan konsisten dapat mengubah budaya komunikasi menjadi lebih efektif dan efisien.
Belum banyak organisasi, termasuk perguruan tinggi di Indonesia, yang berhasil memanfaatkan TI sebagai transformer. Hal ini dapat dimengerti mengingat kebutuhan daya dorong yang kuat untuk bisa mengatasi inertia (kelembaman), terutama tentang pola pikir dan kebiasaan. Selain itu diperlukan juga daya tahan dan persistensi yang tinggi untuk mengawal proses perubahannya sebelum buah transformasi itu sendiri terlihat. Bagi perguruan tinggi di Indonesia, memberdayakan TI sehingga bisa menjalankan perannya sebagai integrator, enabler, dan pemerluas akses sudah cukup baik.

Manfaat IT (TEKNOLOGI INFORMASI) di Bidang Pertanian

      
 
 
 
     Pertanian tidak lepas dari kegiatan bercocok tanam atau yang biasa disebut dengan istilah on farm, yang merupakan kegiatan pertanian pada bagian hulu. Budidaya merupakan proses menanam diikuti dengan kegiatan-kegiatan pemeliharaan, dan pada akhirnya menghasilkan hasil panen. Pada kegiatan budidaya para petani kita pada umumnya menggunakan pola-pola umum berdasarkan pengalaman yang mereka dapat selama mereka terjun di dunia pertanian, bahkan banyak diantara mereka yang sudah sejak lahir kenal dengan dunia pertanian.
    Kenyataan bahwa pertanian merupakan sektor yang sangat tidak disukai oleh generasi muda tidak terelakkan lagi. Generasi muda saat ini lebih senang berprofesi sebagai buruh pabrik, atau pekerja-pekerja di perusahaan daripada bertani. Pemuda yang telah lulus SMA pada umumnya enggan untuk kembali ke kebun untuk menjadi petani. Sekolah-sekolah mengkampanyekan kepada para siswanya untuk tidak menjadi petani, karena petani itu kotor, identik dengan sawah, kebun, identik dengan kemiskinan, dan ketidakberdayaan. Sektor pertanian menjadi sektor yang hanya diminati oleh orang-orang tua yang tidak mungkin lagi bekrja di perusahaan.
     Informasi pertanian merupakan salah satu faktor yang paling penting dalam produksi dan tidak ada yang menyangkal bahwa informasi pertanian dapat mendorong ke arah pembangunan yang diharapkan. Informasi pertanian merupakan aplikasi pengetahuan yang terbaik yang akan mendorong dan menciptakan peluang untuk pembangunan dan pengurangan kemiskinan. Integrasi yang efektif antara TIK dalam sektor pertanian akan menuju pada pertanian berkelanjutan melalui penyiapan informai pertanian yang tepat waktu relevan, yang dapat memberikan informasi yang tepat kepada petani dalam proses pengambilan keputusan berusahatani untuk meningkatkan produktivitasnya.  TIK dapat memperbaiki aksesibilitas petani dengan cepat terhadap informasi pasar, input produksi, tren konsumen, yang secara positif berdampak pada kualitas dan kuantitas produksi mereka.  Informasi pemasaran, praktek pengelolaan ternak dan tanaman yang baru, penyakit dan hama tanaman/ternak, ketersediaan transportasi, informasi peluang pasar dan harga pasar input maupun output pertanian sangat penting untuk efisiensi produksi secara ekonomi (Maureen 2009).
Teknologi memegang peranan penting dalam pengembangan pertanian. Teknologi dimafaatkan dalam tiga cabang utama pertanian yaitu :
·         penanaman,
·         peternakan,
·         dan perikanan.
Salah satu contoh Teknologi Informasi Komunikasi yaitu internet. Internet menyajikan dunia secara tanpa batas. Lewat sarana inilah diharapkan dapat digunakan untuk mencari segala informasi yang dibutuhkan dan dapat pula digunakan oleh masyarakat desa untuk meningkatkan kesejahteraan perekonomian melalui korespondensi dengan orang lain atau perusahaan di berbagai penjuru dunia baik Informasi terkini maupun informasi terlama bisa didapat dan dikirimkan dengan cepat. Selama ini masalah yang dihadapi oleh masyarakat desa disebabkan kurangnya informasi yang baru dan tepat.
Informasi dari internet berfungsi sebagai langkah awal untuk menyelesaikan masalah yang kemudian ditindak lanjuti dengan kegiatan yang lain. Internet memberi informasi kepada para petani dalam pemeliharaan tanaman dan hewan, pemberian pupuk, irigasi, ramalan cuaca dan harga pasaran. Manfaat internet menguntungkan para petani dalam hal kegiatan advokasi dan kooperasi. Internet juga bermanfaat untuk mengkoordinasikan penanaman agar selalu ada persediaan di pasar, lebih teratur dan harga jual normal. Jika para petani memerlukan informasi khusus yang tidak dapat segera dilayani para petugas penyuluhan pertanian, maka mereka bisa mendapatkan informasi tersebut dari internet.
Manfaat yang dapat diperoleh melalui kegiatan aplikasi teknologi informasi dan komunikasi  (Mulyandari 2005), khususnya dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di antaranya adalah:
 
1.      Mendorong terbentuknya jaringan informasi pertanian di tingkat lokal dan nasional.
 
2.      Membuka akses petani terhadap informasi pertanian untuk: 1) Meningkatkan peluang potensi peningkatan pendapatan dan cara pencapaiannya; 2) Meningkatkan kemampuan petani dalam meningkatkan posisi tawarnya, serta 3) Meningkatkan kemampuan petani dalam melakukan diversifikasi usahatani dan merelasikan komoditas yang diusahakannya dengan input yang tersedia, jumlah produksi yang diperlukan dan kemampuan pasar menyerap output.
 
3.      Mendorong terlaksananya kegiatan pengembangan, pengelolaan dan pemanfaatan informasi pertanian  secara langsung maupun tidak langsung untuk mendukung pengembangan pertanian lahan marjinal.
 
4.      Memfasilitasi dokumentasi informasi pertanian di tingkat lokal (indigeneous knowledge) yang dapat diakses secara lebih luas untuk mendukung pengembangan pertanian lahan marjinal.
Petani perlu memanfaatkan dengan optimal teknologi-teknologi alternatif tersebut sehingga mereka tidak ketinggalan informasi dan dapat mengembangkan pertaniannya. Informasi yang didapatkan dapat menjadi acuan pengembangan dalam budidaya maupun pengolahan pasca panen. Tentu saja hal yang kita harapkan adalah peningkatan produktivitas dan nilai tambah yang merupakan ciri pertanian modern dapat tercapai. Keterlibatan dari penyedia informasi tentu sangat penting. Universitas-universitas, lembaga penelitian di bidang pertanian, LSM, dan pemerintah harus secara proaktif menyediakan layanan-layanan informasi melalui internet yang saat ini cukup murah dan terjangkau dai sisi penyedia informasi. Permasalahannya adalah kita harus bersama-sama saling melengkapi untuk memberikan yang terbaik bagi para petani kita, agar kesejahteraan mereka meningkat.
 

Globalisasi dan Revolusi Teknologi Informasi

     Diantara tiga revolusi penting dalam sejarah manusia, revolusi informasi telah menjadi fenomena penting di era globalisasi. Bagaimana tidak, ketergantungan masyarakat dewasa akan teknologi informasi telah menjadi bagian penting dalam keseharian, bahkan menjadi kebutuhan pokok. Dalam tulisan kali ini, penulis memaparkan mengenai globalisasi dan revolusi teknologi informasi berdasarkan ide para penstudi ternama.
James Petras (2003) dalam  tulisanya berjudul The Myth of The Third Scientific-Technological Revolution menjelaskan diawal tulisanya bahwa Globalisasi dan New Economy  menjadi perhatian penting diawal tahun 1900an, hal tersebut didasari oleh pertumbuhan dan perkembangan teknologi informasi, bioteknologi dan telekomunikasi.
       Ekonomi dunia pada saat itu tidak sedikit yang bersandar pada kapital global yang tentunya memegang peranan penting, dari sini keterkaitan dengan globalisasi membawa isu penting perekonomian disetiap sektornya termasuk dalam ranah teknologi informasi. Para pegiat ekonomi dan jurnalis beranggapan bahwa proses globalisasi ini dijalankan oleh The Third Scientific Technological Revolution (TSTR) yang beranggapan pula bahwa perkembangan ekonomi didasari oleh pertumbuhan investasi dalam IT, bioteknologi dan optik fiber.
Disisi lain, Petras (2003) juga menyebutkan pada awal tahun 2000 terdapat klaim yang menyebutkan bahwa revolusi teknologi banyak dipermalahkan oleh beberapa pihak. Di Jepang misalnya, produk IT yang dihasilakan oleh perusahaaan dan pekerja disana dalam keadaan stagnasi ekonomi. Perusahaan IT juga mengalami penurunan yang tidak terkendali, bahkan 80 persen tercatat dianggap tidak bernilai keuntungan yang banyak (Financial Times, dalam Petras, 2003). Kondisi ekonomi IT juga tidak dalam persaingan pasar yang kompetitif, banyak diantara produk yang kuat tetap bertahan, sementara sisanya banyak yang mengalami kegagalan.
It is not a technological-scientific-computers driven revolution that has led to globalization but rather a political, economic and military expansion that has created a new US-dominated imperial world order (Petras, 2003).
        Dalam kutipan ini, Petras (2003)  dengan jelas menyebutkan bahwa ada hal yang lebih penting yang mendorong globalisasi ini selain kekuatan teknologi dan informasi, hal tersebut tak lain adalah faktor ekonomi, politik dan militer yang secara tidak langsung memainkan peran. Hal ini didasari oleh peran AS/NATO dalam berbagai konflik di Timur Tengah yang secara tidak langsung menjadi indikator utama perkembangan militerisasi dan menjadi lahan percobaan kekuatan AS. Dalam hal tersebut, terdapat faktor penting yang juga memainkan peran seperti sistem informasi, komputerisasi dan peran media elektronik.
Manuel Castell (1996) dalam tulisanya Information Technology Revolution, menjelaskan tentang  argument utamanya yaitu Information Age yang dianggap sebagai sebuah era dalam masyakat baru saat ini yang tentu saja membawa kepada perkembangan jaringan yang disebut pula sebagai new information and communication technologies (ICT), dimana prioritas utamanya adalah penyampaian informasi sebanyak mungkin. Dalam pandanganya, semua masyarakat menggunakan informasi dan karenanya masyarakat informasi didapat melalui analisis suatu hal yang menjadi ciri khas di era kekinian (Castell, 1996).
Masyarakat informasi diyakini oleh Manuell Castells (1996) sebagai suatu hasil dari proses revolusi secara dramatis dari masyarakat industri. Disamping itu globalisasi semakin mendesak batas-batas tradisional masyarakat yang selama ini dikenal sebagai teritori. Batas kenegaraan tidak hanya terdesak lewat kegiatan secara fisik, tetapi juga virtual yang didominasi oleh kegiatan-kegiatan yang bermotif ekonomi. Kapitalisme telah terglobalkan, dan sebaliknya kapitalisme telah mendorong globalisasi. Dengan keadaan tersebut, menurut Castells, pada masyarakat informasi selanjutnya akan muncul kapitalisme informasi.
Sesuai dengan pemikiran Marxis, Manuell Castells menjabarkannya lewat capitalist mode of production, keyakinan bahwa bentuk masyarakat dipengaruhi cara produksinya.  Konsep tersebut diteruskan sebagai informational mode of development yang dijabarkan dalam tiga aspek pokok, yaitu market economy, production for profit, dan private ownership. Lebih lanjutnya Castells menyebutkan bahwa revolusi informasi ini menyebabkan perubahan pola intergrasi vertikal ke arah horizontal.
Konsep Internasional Capitalism menurut Castell dapat dipahami melalui pemahaman dua aspek. Informationalism, merupakan sebuah term yang digunakan untuk mengidentifikasi suatu pengetahuan sebagai sumber dari sebuah produktifitas. Sementara Capitalism, Castell melihatnya sebagai suatu hal yang berhubungan langsung dengan hubungan perekonomian seperti (profit-seeking, privat ownership, market principles, etc) (Castell, 1996).
Berbicara mengenai revolusi informasi dan kaitanya dengan revolusi agraria dan industri tentu saja terdapat perbedaan yang begitu kentara. Dalam hal ini revolusi informasi melihat bahwa pengetahuan menjadi suatu komoditas yang dapat diperjual-belikan (Mubah, 2015). Tidak lagi membicarakan bagaimana bekerja dan menghasilkan karya akan tetapi kemampuan untuk menginformasikan dan menggunakan teknologi secara cerdas menjadi aspek penting yang diperhatikan.

Manfaat Teknologi Informasi Dalam Bidang Perdagangan

Seperti yang kita tahu bahwa zaman telah berubah. Dimana banyak sekali perkembangan-perkembangan yang tidak dapat terhitung, salah satunya dari segi teknologi. Semua melalui proses-proses dan ketentuan-ketentuan tertentu, dan kita tau akan hal itu.

Teknologi , suatu hal yang dapat mempermudah pekerjaan kita. Tidak hanya hanya mempermudah pekerjaan, melainkan salah satunya mempermudah dalam mendapatkan informasi dan dalam segi perdagangan. Mengenai mempermudah dalam perdagangan, banyak sekali manfaat-manfaat teknologi informasi dalam bidang perdagangan. Berdagang tidak hanya bisa didunia nyata , melainkan berdagang secara online pun itu bisa. Dan pada pembahasan kali ini kita akan membahas “Manfaat Teknologi Informasi dalam Bidang Perdagangan”.

Sebelum membahas, kita sebaiknya mengetahui terlebih dahulu apa itu “Teknologi Informasi”. Teknologi informasi adalah istilah dari berbagai macam hal dan kemampuan yang dapat digunakan untuk pembentukan,penyimpanan,dan penyebaran informasi. Jadi secara singkatnya teknologi informasi itu dapat membantu,dapat digunakan dan yang jelas dapat mempermudah dalam berbagai hal. Teknologi informasi itu bisa berupa alat/peralatan seperti contohnya komputer/laptop dan sejenisnya. Manfaat teknologi informasi itu banyak, dalam berbagai bidang dan semua orang memiliki pendapat masing-masing dalam hal ini.

Sekarang saya tidak usah basa-basi lagi,berikut kita akan membahas manfaat-manfaat teknologi informasi dalam bidang perdagangan:

1.      Kita dapat mempermudah diri sendiri dan orang lain dalam transaksi jual dan beli.
Mengapa seperti itu ? karena teknologi informasi itu LUAS jadi kita bisa menggunakan yang namanya internet. Internet juga mempermudah kita dalam mentransaksi jual beli. Contohnya , sebuah layanan online yang disebut toko online. Kita dapat membeli yang kita butuhkan disana tanpa harus mengantri, dan yang pasti dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.

2.      Modal dan biaya-biaya lainnya yang minim.
Kita kalau mau berdagang pasti membutuhkan modal. Tidak hanya modal fisik dan mental, melainkan juga modal materi. Tetapi bila kita berdagang secara online, atau bahasa orang awamnya berdagang di internet, semua itu dapat menjadi sekecil mungkin tapi dapat menghasilkan pendapatan yang lebih besar dari modal kita dan biaya operasional. Karena kita tidak perlu memiliki yang namanya toko dan karyawan, rata-rata kan kalau kita berdagang pada umumnya kan seperti itu. Dalam berdagang secara online ini biasanya cukup dilakukan dengan email.

3.      Dalam mempromosikan, dibagian perdagangan menjadi sangat tepat/efektif .
Menjalankan atau berdagang secara online, kita dengan mudah mendapatkan target-target pasar/pemasaran, dengan menggunakan konten/artikel yang sedang HOT topik. Jadi dengan adanya informasi yang ada di blok atau situs, kita bisa memaparkan/ memetakan pasaran yg mana akan dituju. Jadi intinya kita tidak perlu lagi dan tidak ada bebad dalam hal berpromosi seperti sales yang harus bertemu dengan calon pembeli.

4.      Target untuk pemasaran dalam berdagang yang luas.
Dengan menggunakan media yang namanya internet yang dapat di akses oleh seluruh orang di dunia maka media internet sangat memungkinkan kita untuk mendapatkan target penjualan yang besar dan luas. Jadi apapun itu produk / jasa yang di jual secara online dapat di promosikan secara elektronik melaui internet.

5.      Pendataan dalam berdagang dapat menjadi mudah.
Dengan adanya yang namanya teknologi informasi, kita dapat mempermudah dalam pendataan barang/produk kita. Tidak hanya dalam pendataan barang yang terjual, melainkan pendataan seperti, barang yang masuk, pendataan customer, pendataan barang bulanan, dan masih banyak lagi. Cara melakukannya adalah salah satunya dengan menggunakan komputer/ laptop/ tablet/smart phone yang didalamnya sudah ada aplikasi/ tools pengolahan data. Dalam hal ini kita tidak perlu repot dalam yang namanya pembukuan secara manual, karena dapat banyak memakan waktu yang kita butuhkan untuk hal lain.



6.      Transaksi pembayaran yang mempermudahkan pembeli.
Jika kita ingin berbelanja online dan sudah memilih barang yang akan dibeli, maka kita dapat membayarnya secara online biasanya itu disebut internet banking. Jadi hal ini tidak merepotkan kita sebagai pembeli.

7.      Mempermudah dalam pengaturan di bidang perdagangan suatu barang.
Maksudnya, kita dapat mengatur apa yang harus dirubah dalam penyampaian dan pengelolaan suatu informasi dari produk kita. Misalnya kita tidak ingin menjual suatu produk kita ke daerah tertentu dan harus menarik produk tersebut dari daerah itu. Dengan teknologi informasi yang kita miliki kita cukup menghapus / mengatur di web/ data kita miliki tanpa harus terjun ke daerah tersebut secara langsung.

8.      Mempermudah kita dalam penyimpanan data-data penjualan/ sebaliknya.
Sesuai dari defenisi Teknologi Informasi, kita dapat menyimpan data-data penting dari dagangan yang kita miliki tanpa harus kerepotan dalam menyusunnya. Di komputer atau alat sejenisnya kita dapat menyimpan data-data yang kita miliki. Jadi bila secara manual, kita membutuhkan lemari atau laci yang cukup banyak untuk menyimpan semua file-file kita yang ada.

9.      Mempermudah kita dalam mengatur pencarian data dalam hal perdagangan.
Bila secara manual, atau contohnya : kita punya file yang isinya laporan penjualan barang dalam satu tahun ini , dan misalkan kita ingin mencari data tanggal 5 bulan 5. Otomatis kita akan membongkar lemari/laci data kita. Itu sangat merepotkan dan banyak menguras waktu. Tetapi dengan menggunakan komputer / alat sejenisnya kita bisa menggunakan aplikasi tertentu yang didalamnya sudah di isinkan data-data kita dan kita dapat mencari data yang kita butuhkan tanpa menguras waktu.

Sebenarnya masih banyak manfaat teknologi informasi dalam berdagang dan sebenarnya manfaat itu dapat kita rasakan. Perkembangan teknologi berlangsung cepat. Tergantung kita sendiri cara menyikapinya. Demikian artikel yang saya buat ini berdasarkan pengalaman saya sendiri, apa yang saya rasakan,pengetahuan saya, dan yang saya lihat selama ini.

Peran Teknologi Informasi Terhadap Sharing Pengetahuan

Dalam menjalankan bisnisnya, setiap perusahaan perlu memperhatikan permintaan dari perkembangan marketing, keberadaan organisasi dengan kompetitor, permintaan inventori pada dekade berikutnya, instruksi-instruksi departemen R&D menurut situasi dan permintaan di masa datang, dan lain-lain untuk mencapai tujuan-tujuan bisnis dan permintaan pasar. Untuk mendukung kinerjanya, perusahaan memerlukan informasi berdasarkan perilaku pembeli, strategi kompetitor, SWOT organisasi dan status finansial, dan lain sebagainya. Dalam konteks strategi bisnis, hal tersebut menjadi berharga untuk menciptakan inovasi dalam organisasi karena perekonomian sekarang ini meningkat seiring dengan berkembangnya pengetahuan dan informasi yang ada.
Dalam era yang kompetitif sekarang ini, teknologi informasi digunakan untuk meraih kesuksesan karena saat ini semakin banyak perusahaan yang melakukan transaksi bisnis menggunakan bantuan teknologi informasi dan tanpa intervensi manusia. Teknologi informasi dapat meningkatkan kecepatan integrasi pengetahuan dan aplikasinya dengan mengumpulkan atau mengotomatiskan kegiatan-kegiatan rutin organisasi, sehingga meringankan kerja para karyawan. Maka, seiring dengan bertambahnya nilai perusahaan, perusahaan menggunakan teknologi informasi baik internet, seperti email, dan papan buletin elektronik, intranets, database, sistem manajemen data elektronik dan juga sistem manajemen pengetahuan untuk meningkatkansharing pengetahuan di antara para karyawannya. Pada beberapa perusahaan, segala informasi dan pengetahuan dikodifikasi dan dikumpulkan dalam database sehingga mudah diakses dan digunakan oleh siapapun di dalam perusahaan. Pengetahuan yang ada di dalam perusahaan pun sangat erat  kaitannya dengan siapa orang yang membangunnya dan membaginya langsung melalui kontak orang per orang, sehingga teknologi informasi dijadikan alat untuk membantu orang dalam mengkomunikasikan pengetahuannya. Salah satu contoh peran teknologi informasi bagi pentingnya sharing pengetahuan dapat dilihat pada sebuah perusahaan di Cina yang menerapkan “Siemens ShareNet” sebagai media komunikasi dan informasi yang dapat membantu para karyawannya. Sharing pengetahuan melalui “Siemens ShareNet” melibatkan sekitar 17,000 karyawan di bidang sales dan marketing menggunakan fasilitas internet dengan tujuan agar para karyawan tersebut memiliki pengalaman terlibat dalam tim sales. Berbagi data baik informasi, kepercayaan, ide, maupun saran-saran yang diperlukan di antara para karyawan adalah hal yang penting untuk menghasilkan profit bagi perusahaan. Berbagi informasi ini sesungguhnya tugas utama dari perusahaan di dalam organisasi dan teknologi informasi membantu mereka dalam hal ini secara cepat dan akurat karena sesungguhnya teknologi informasi merupakan fokus inti dari sharing pengetahuan di dalam organisasi. Teknologi merupakan seperangkat alat baik hardware (fisik) maupun software (digital atau prosedur) yang dapat membantu kita bertindak dan berpikir dengan lebih baik. Teknologi tidak berarti hanya tentang kecanggihan komputer, tetapi juga termasuk peralatan menulis seperti pena, pensil, kertas yang menggunakan perangkat elektronik modern. Elektronik dan teknologi komputer membantu dalam sharing pengetahuan dan informasi secara cepat dan efisien. Apa yang dulunya lambat dan membosankan, sekarang lebih cepat dan lebih nyata untuk diwujudkan. Sedangkan informasi adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan data. Informasi berkaitan dengan data karyawan, nilai pasar, kekuatan financial, tujuan-tujuan jangka panjang perusahaan, data teknis, referensi, dan lain-lain.
Semakin hari teknologi informasi semakin berkembang dengan pesat. Teknologi informasi adalah integrasi dari alat komunikatif yang berbeda dan menjadi perangkat penting bagi perusahaan untuk mengkolaborasikan manajemen pengetahuan yang ada di perusahaan.. Tak ada seorang pun yang dapat memprediksi keberhasilan suatu organisasi jika ia tidak memiliki perangkat komunikasi. Telekomunikasi, karena nilai daya saingnya yang murah, mudah diakses dan memiliki kemampuan komunikasi yang cepat telah menjadi hal penting bagi keberlangsungan organisasi apapun. Dalam lingkungan sekarang ini, teknologi informasi harus memiliki kemampuan yang luar biasa untuk mendukung kemampuan perusahaan meraih kesuksesan bisnis. Berbagai infrastruktur dengan tingkat pelayanan bisnis dan efektifitas keamanan dapat melindungi aset-aset perusahaan dengan lebih baik.
Cyber ba atau virtual ba seperti internet, world wide web (www) dan kemajuan teknologi informasi lainnya, sebagaimana yang telah dipopulerkan oleh Nonaka, adalah ruang maya untuk berinteraksi dan berkorespondesi terhadap terciptanya pengetahuan. Perangkat tersebut digunakan dalam mendukung usaha sektor publik untuk membuat, mengintegrasikan dan menyalurkan pengetahuan dan informasi dan pengetahuan di antara jaringan-jaringan yang ada. Jaringan komputer, world wide web (www), papan buletin elektronik, telepon, telepon genggam, PDAs, dan mesin cetak adalah perangkat yang dapat menfasilitasi kontak antara orang yang mencari pengetahuan dan mereka yang mungkin telah mendapatkan akses pengetahuan. Tukar-pendapat, salah satu aspek fundamental dalam decision support system (DSS), dan merupakan bagian darisharing pengetahuan, dapat ditingkatkan dengan cara yang lebih baik melalui software canggih yang bersifatonlineWare housing data dan data mining, sistem manajemen pengarsipan (documentation management system)software agents dan intranets adalah hal yang berharga di dalam cyber ba. Intranet juga merupakan bagian dari cyber ba yang dapat menghubungkan jaringan komputer di dalam sebuah organisasi. Intranet ini dapat memainkan peran yang penting dalam mendukung keberadaan dan aktifitas yang berlangsung dari komunitas praktis. Hal yang paling penting dari intranet yang dapat digunakan oleh perusahaan adalah dengan membangun home-page yang hanya ditujukan untuk para karyawan sehingga sejumlah informasi seperti data pribadi, tujuan-tujuan perusahaan dan kebijakan-kebijakan perusahaan, pesan-pesan CEO, dapat diakses oleh masing-masing dan setiap karyawan.
Teknologi informasi kemudian menjadi hal yang sangat penting di dalam sharing pengetahuan karena waktu adalah uang. Melalui teknologi informasi, kita dapat menyalurkan data pada waktunya secara akurat, nyaman dan aman. Biaya yang dikeluarkan pun relatif murah karena kita tidak perlu mengeluarkan biaya banyak untuk datang langsung ke tempatnya jika ingin mengirimkan suatu data. Keuntungan lainnya adalah jarak. Jarak tidak menjadi penghalang di dalam menyalurkan data dan informasi kepada orang lain secara cepat dengan bantuan teknologi informasi. Kita dapat melihat, memperbaiki, dan memberikan komen terhadap data tersebut tanpa masalah dari jarak yang jauh sekalipun. Kita juga dapat membuat konferensi video dan kelas audio-visual dengan teknologi informasi. Konferensi video adalah salah satu alat yang terkenal dalam teknologi komunikasi. Hal yang menjadi penghalang secara fisik akan hilang secara keseluruhan melalui kegunaan alat ini. Contohnya, UNESCO telah memulai untuk menyediakan bantuan melalui kelas-kelas konferensi video pada negara terbelakang, terutama di daerah pedesaan. Anak-anak pada wilayah ini belum bersekolah, tetapi mereka memiliki kemampuan sama seperti anak sekolahan lainnya. Dapat kita simpulkan bahwa teknologi informasi sangat mendominasi teknologi pada waktu dan jarak.  Hal ini sejalan dengan paparan seorang penulis terkenal, Thomas L. Friedman, dalam bukunya yang berjudul  “World is Flat”. Dia menjelaskan bahwasanya dunia sekarang telah menjadi datar karena perkembangan teknologi yang ada di seluruh dunia. Semua orang bisa menelusuri belahan dunia lainnya berkat kecanggihan teknologi melalui internet.
Saat ini, kita tengah berada pada masa revolusi, yaitu revolusi di dalam sarang informasi. Perubahan revolusioner ini dapat kita lihat melalui gaya hidup dan perilaku manusia sehari-hari. Teknologi informasi telah mengubah dunia dengan kemampuannya menyebarkan pengetahuan secara meluas ke seluruh penjuru dunia. Pengetahuan menjadi hal yang lumrah untuk bisa diketahui oleh setiap orang melalui berbagai tulisan di dalam buku, koran, dan literature lainnya sehingga menyebabkan terjadinya banyak revolusi pemikiran di berbagai negara di dunia. Melalui bacaan-bacaan, orang bisa memperluas cakrawala, bahkan melahirkan pemikiran-pemikiran baru lewat tulisan. Karl Marx, pahlawan revolusi melalui pemikirannya telah berhasil menjadikan Rusia sebagai negara komunis terbesar. Sun Tzu, seorang prajurit besar yang berasal dari Daratan Cina, pada masanya menulis pengalamannya dan menciptakan “The art of War”. Buku ini kemudian diterjemahkan oleh seorang pengarang yang berasal dari Inggris dan sekarang ini, buku tersebut memiliki pengaruh yang sangat besar tidak hanya pada berbagai angkatan bersenjata tetapi juga pada berbagai organisasi. Banyak organisasi bersiteru tentang konsep yang dijelaskan di dalam “Sun Tzu: Art of War”. Di sana terdapat sejumlah contoh tetapi hal penting yang perlu dicatat adalah pengalaman, pemikiran atau kepercayaan atau katakalah dalam pengetahuan pada umumnya dapat ditransfer melalui teknologi cetak, dan hal ini dapat mengagitasi revolusi. Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa teknologi informasi memainkan peran vital dalam membantu manusia bertukar dan berbagi pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya.

Pemanfaatan TI di beberapa Bidang


PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM BIDANG AKUNTANSI

Profesi bendahara atau akuntan membutuhkan ketelitian yang tinggi untuk membuat laporan keuangan. seorang akuntan membutuhkan waktu yang lama untuk menghitung deretan angka jika dilakukan secara manual menggunakan kalkulator. Selain waktu yang lama, kadangkala terdapat kekeliruan. Namun, hal tersebut bukan zamannya lagi. Akuntan cukup memasukkan angka-angka ke dalam suatu aplikasi dan laporan keuangan akan terhitung secara otomatis.
Peranan teknologi informasi terhadap perkembangan akuntansi yang pertama karena efisien, penghematan waktu dan biaya. Kedua karena termasuk peningkatan efektifitas, mencapai hasil/output laporan keuangan dengan benar. Ketiga karena untuk perlindungan aset perusahaan.
Manfaat teknologi informasi dalam akuntansi:
a. Pekerjaan lebih mudah.
b. Bermanfaat untuk fungsi sistem informasi.
c. Menambah produktifitas.
d. Mempertinggi efektifitas.
e. Mengembangkan kinerja pekerjaan.
Lima fungsi sistem informasi akuntansi:
1. Mengumpulkan dan menyimpan data dari semua aktifitas dan transaksi perusahaan.
2. Memproses data menjadi informasi yang berguna bagi manajemen.
3. Memanajemen data-data yang ada ke dalam kelompok-kelompok yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.
4. Mengendalikan kontrol data.
5. Melaksanakan perencanaan, mengeksekusi perencanaan, dan mengontrol aktifitas.
Komputer juga banyak digunakan untuk proses akuntansi, melakukan analisis keuangan, neraca, laba-rugi, dan sebagainya. Bahkan ada beberapa software yang secara khusus disediakan untuk operasi akuntansi. Di bidang perhotelan komputer digunakan untuk menentukan jumlah dan jenis kamar yang telah terisi dan masih kosong. Bahkan saat ini pada penjualan pertokoan kecil, usaha kecil dan menengah (UKM), apotek dan bermacam-macam usaha kecil lainnya juga telah banyak menggunakan komputer.
Ada pun berbagai keuntungan Sistem Komputer di Bidang Akuntansi Dibandingkan dengan sistem manual (tulis tangan), sistem komputer memberikan banyak keuntungan, diantaranya :
• Kecepatan
Sistem komputer dapat menghasilkan informasi yang jauh lebih cepat bila dibandingkan dengan sistem manual, karena komputer dapat melaksanakan pekerjaan pada saat yang bersamaan dengan kecepatan tinggi.
• Volume hasil
Sebagai akibat proses pengerjaan yang cepat, maka volume transaksi yang dapat diolah menjadi jauh lebih banyak, dan volume hasil yang dapat diperoleh juga semakin banyak.
• Pencegahan kekeliruan
Tingkat ketelitian komputer, jauh lebih tinggi daripada ketelitian manusia. Oleh karena itu, pemakaian komputer akan sangat banyak mengurangi kekeliruan. Selain itu sistem komputer juga dilengkapi dengan berbagai cara untuk mencegah terjadinya kekeliruan.
• Posting otomatis
Bila kita menggunakan sistem akuntansi dengan komputer, maka posting akan dilakukan secara otomatis. Hal ini akan sangat mengurangi pekerjaan pembukuan. Selain itu tingkat ketelitiannya pun jauh lebih tinggi. Pemakaian komputer menjamin posting dilakukan secara tepat.
• Penyusunan laporan otomatis
Dalam sistem akuntansi dengan komputer, laporan-laporan dikerjakan secara otomatis. Komputer dapat melakukan proses penjurnalan, posting, penyusunan laporan keuangan, dan laporan-laporan khusus untuk manajemen secara otomatis.
• Pencetakan dokumen otomatis
Sistem komputerisasi dapat mengerjakan berbagai dokumen yang digunakan dalam perusahaan, seperti : faktur, laporan piutang bulanan, check gaji dan laporan pendapatan.
Dibidang akuntansi sistem pemrosesan informasi akuntansi berbasis komputer banyak ditawarkan dengan tujuan untuk memberikan kemudahan bagi para akuntan untuk menghasilkan informasi yang dapat dipercaya, tepat waktu, lengkap, dapat dipahami, dan teruji. Dari hal tersebut mahasiswa akuntansi dapat melihat banyak sekali peluang untuk dapat memenuhi kebutuhan perusahaan akan akuntansi berbasis komputer dengan cara membuat software-software akuntansi. Software akuntansi yang dibuat harus dapat memenuhi kebutuhan para akuntan sehingga software tersebut dirasakan sangat bermanfaat bagi perusahaan, khususnya bagi para akuntan yang menggunakan software tersebut.
Jadi dapat disimpulkan bahwa penggunaan komputer bukan hanya sekedar menggantikan mesin TIK tetapi dengan kita mempelajari ilmu komputer banyak manfaatnya apalagi dalam dunia keuangan, contohnya dalam bidang akuntansi yakni dapat mengerjakan laporan-laporan keuangan dengan mudah dan cepat.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM BIDANG FINANCI/PERBANKAN

Di bidang perbankan, salah satu solusi sistem informasi perbankan telah diperkenalkan oleh perusahaan besar seperti Hewlett-Packard (HP), yang bekerja sama dengan Infosys telah memperkenalkan solusi core banking, yang disebut Finacle kepada bank-bank di Indonesia. Finacle memberikan solusi bagi bank yang ingin melakukan up-grade terhadap sistem yang telah mereka miliki. Dengan menggunakan Finacle, up-grade sistem bisa dilaksanakan dengan resiko investasi maupun kegagalan migrasi yang rendah. Ini penting bagi bank-bank agar mampu menghadapi siklus bisnis yang selalu berubah. Dengan solusi terpadu ini berupa software dan hardware, jaringan, sistem integrasi, serta opsi consulting dan outsourcin . bank juga akan memiliki nilai tambah sehingga menjadi lebih kompetitif.
Perkembangan teknologi informasi telah mempengaruhi kebijakan dan strategi dunia usaha perbankan yang selanjutnya lebih mendorong inovasi dan persaingan di bidang layanan terutama jasa layanan pembayaran melalui bank. Inovasi jasa layanan perbankan yang berbasis teknologi tersebut terus berkembang mengikuti pola kebutuhan nasabah bank. Transaksi perbankan berbasis elektronik, termasuk internet dan menggunakan handphone merupakan bentuk perkembangan penyedia jasa layanan bank yang memberikan peluang usaha baru bagi bank yang kerakibat pada perubahan strategi usaha perbankan, dari yang berbasis manusia (tradisional) menjadi berbasis teknologi informasi yang lebih efisien dan praktis bagi bank. Pada perusahaan jasa seperti perbankan komputer digunakan untuk menghitung bunga secara otomatis, transaksion-line, ATM, dan sebagianya.
Contoh konkretnya, teller di bank tidak mungkin menghitung uang satu-satu lembar. Ia membutuhkan suatu teknologi muktahir untuk menghitung uang secara cepat dan tepat agar nasabah tidak lama mengantre. Selain itu, TIK juga memudahkan perbankan dalam melaporkan keuangan, informasi kurs mata uang, dan menarik minat calon nasabah baru.
Bagi nasabah juga memiliki keuntungan tersendiri. Contoh saat menarik uang (tabungan) di bank menjadikan suatu hal yang mengesalkan jika harus mengantre berjam-jam. Namun, hal tersebut sudah dapat diatasi hanya dengan memiliki sebuah kartu plastik yang lazim disebut kartu ATM. Nasabah cukup memasukkan kartu ATM dan PIN serta mengetik sejumlah uang dibutuhkan di mesin ATM dan uang pun akan segera diperoleh. Selain itu, kartu ATM juga memudahkan nasabah bank dalam berbelanja. Ia tidak perlu membawa uang ke toko, mall, atau supermarket.

PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM BIDANG MARKETING

Kemajuan teknologi memudahkan para produsen dan distributor dalam memasarkan produk. Mereka tidak harus berkeliling untuk mempromosikan produknya kepada khalayak. Cukup bermodalkan domain dan perangkat lainnya, produk sudah dapat diketahui oleh calon konsumen. Sebagai dampaknya, produk akan diketahui tidak sebatas daerah tertentu saja melainkan diketahui oleh orang-orang di lingkar luar yang kemungkinan tidak pernah dijangkau oleh produsen. Selain itu, biaya yang dikeluarkan akan relatif lebih kecil jika dibandingkan memuat iklan di media lain.
Peranan teknologi dalam pemasaran yakni:
• Menunjang kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan.
• Ditujukan untuk perencanaan.
• Menentukan harga.
• Mempromosikan suatu produk.
• Mendistribusikan barang dan jasa kepada kelompok pembeli.
Dampak Teknologi Di Bidang Pemasaran Suatu perkembangan teknologi dapat memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Namun, di sisi lain juga memiliki dampak dalam kehidupan manusia. Dampak dari teknologi di bidang pemasaran dapat berupa dampak positif atau yang membawa kemajuan, tetapi juga dapat berupa dampak negative.
Dampak positif dari teknologi dalam kehidupan manusia di bidang pemasaran yakni:
o proses penyampaian informasi secara cepat.
o Proses transaksi yang dapat berlangsung secara cepat.
o Fasilitas ATM (Anjungan Tunai Mandiri) adalah salah satu sarana yang menunjang dalam sebuah kelancaran pemasaran barang dan jasa.
o Pengenalan produk barang dan jasa suatu perusahaan maupun badan usaha melalui media periklanan, baik itu media elektronik maupun media cetak.
Dampak negatif atau dampak yang kurang baik bagi teknologi dibidang pemasaran salah satunya adalah adanya kesenjangan sosial.
Teknologi informasi dalam bidang manajemen produksi
Perkembangan Teknologi Membawa perubahan pesat dalam dunia bisnis Ada berbagai macam sistem informasi dengan menggunakan teknologi informasi,antara lain: Electronic Data Processing Systems, Data Processing Systems (DPS), Decision Support System (DSS), Management Information System (MIS), Executive Information Systems (EIS), Expert System (ES) dan Accounting Information System (AIS). Perkembangan teknologi informasi juga berpengaruh terhadap bidang manufaktur dan jasa.Pengaruh sistem informasi yang menggunakan teknologi Informasi ini berpengaruh terhadap aktivitas perusahaan.baik yang merugikan maupun yang bersifat menguntungkan.
Kemajuan Teknologi Informasi membawa pengaruh besar terhadap perkembangan dalam teknologi manufaktur. Perubahan yang dimaksud dalam penggunaan Teknologi Informasi ini yaitu terkendalinya proses perencanaan, pengendalian internal terhadap perusahaan atau organisasi, dengan teknologi informasi ini, seseorangpun akan dimudahkan dalam kegiatan manufakturnya berupa keselamatan kerja, kesehatan karyawan.

Teknologi Informasi sangat berguna dalam macam-macam Industri Sebagai berikut.
 

1. Bidang industri Otomotif
Mobil-mobil di buat dari kerangka body, mesin, peralatan elektronik di pabrik dengan bantuan robot yang dikendalikan oleh komputer dengan lebih akurat. Dengan bantuan komputer pabrik-pabrik otomotif bisa memproduksi mobil dalam jumlah ratusan perbulan, yang tidak mungkin dikerjakan secara manual dengan tenaga manusia.

2. Bidang Industri Perfilman
Semua efek-efek di dunia akting , animasi, dan penyotingan adegan film semua di rekam dengan perangkat elektronik yang dihubungkan dengan komputer. Animasinya juga di kembangkan mempergunakan animasi yang dibuat dengan aplikasi komputer. Sebagai contoh film-film Hollywood berjudul TITANIC itu sebenarnya tambahan animasi untuk menggambarkan kapal raksasa yang pecah dan tenggelam, sehingga tampak menjadi seolah-olah mirip dengan kejadian nyata.

3. Bidang Industri Rekaman
Bahwa untuk menghasilkan suara yang bagus perlu pengaturan perekam dan modifikasi suara dengan media komputer, serta mencetak lagu-lagunyapun di bantu dengan system komputer. Untuk mencetak album kedalam VCD atau DVD perlu bantuan pogram komputer untuk memproses pemburningan atau pembakaran CD sehingga bisa merekam suara dengan kualitas sangat tinggi.
Selain menghasilkan manfaat, perkembangan teknologi informasi juga dapat menimbulkan beberapa dampak negatif bagi perusahaan, seperti tertutupnya kesempatan kerja, timbulnya resistance to change serta timbulnya kejahatan- kejahatan teknologi informasi yang dapat merugikan perusahaan.
SDM di era Teknologi dan Informasi
Sejak teknologi computer dikembangkan sebagai penopang system informasi, telah lahir sejumlah perubahan, mulai dari system bisnis, pola transaksi hingga struktur pengorganisasian dan manajemen sumber daya manusia itu sendiri. Struktur pengorganisasian yang sangat birokratis, dan piramidal yang selama ini dibentuk telah mulai bergeser menjadi tahapan birokrasi lebih flat. Artinya tahapan birokrasi berkurang dan lebih sederhana.
Perkembangan terakhir system jaringan yang telah memungkinkan terjadinya distribusi data dan informasi dengan mobilitas tinggi, telah mengakibatkan praktek struktur pengorganisasian SDM mengalami perubahan yang sangat besar, dimana pekerjaan atau proses transaksi dapat didistribusikan dari berbagai terminal, namun data tetap terintegrasi menjadi satu kesatuan. Dengan demikian, dalam mengerjakan suatu pekerjaan, SDM tidak lagi terikat oleh tempat. Barangkali mereka melakukan pemantauan atau pengendalian dari rumah atau dari computer notebook yang dapat dibawa kemana saja.
Jadi bekerja tidak harus pontang-panting. Di depan komputer atau gadget, duduk sambil mendengarkan musikpun dapat menghasilkan uang. Sebagai contoh, bekerja sebagai internet marketing. Dalam hal ini, seseorang tidak harus memiliki produk sendiri. Ia cukup menjadi re-seller. Hal yang paling dibutuhkan dalam pekerjaan ini adalah kelihaian dan pengetahuan yang cukup di bidang internet. Sebab, ia harus memperkenalkan produk orang lain hingga terjual.

Adapun beberapa keuntungan penerapan TI dalam bidang SDM adalah:

• Sistem TI memungkinkan bagian SDM berperan aktif dalam perencanaan strategis organisasi. • TI mengintegrasikan dan menyimpan semua informasi Loper dalam suatu databank, oleh karena itu dalam proses perencanaan, bagian SDM dapat mengambil perspektif global terhadap persediaan dan kebutuhan pengembangan SDM untuk selanjutnya diinterpretasikan dengan cara yang lebih efektif.
• Sistem Informasi Manajemen SDM memfasilitasi penyimpanan dan akses ke catatan pengelolaan data loper yang vital bagi organisasi. Sebagai tambahan terhadap data internal, dengan fasilitas IntraNet yang dibangun di Yayasan, Bagian SDM dapat mengambil manfaat dari akses langsung ke databank yang berisi informasi bagi penyusunan strategi terhadap pemberdayaan para loper.
Kecepatan perubahan TI dan aplikasinya pada sistem dan proses internal suatu organisasi akan menjadi terhambat jika SDM tidak memiliki ketrampilan yang cukup untuk mengoperasikan teknologi dan sistemnya. Untuk itu SDM ini akan diberi pelatihan dan pengembangan dalam formulasi yang sesuai dengan tahapan implementasi sistem IT tersebut. Dengan pengembangan ini SDM akan mampu beradaptasi dengan berubahan pola kerja yang ada.